Stepanus Usaha Dagang dan Kebun Sawit Matheus Candra Dawi Usaha Kebun Sawit MENJANGKAU ANGGOTA MELALUI SMS-TIPO Regina Ima Usaha Warung, Bengkel, dan Sedot Pasir Sudarman Usaha Kebun Lada dan Sembako
 
Menilai Kelayakan Kredit Dengan Analisa 5C
Rabu, 18 Oktober 2017 | 11:41

Credit Union secara umum adalah lembaga keuangan yang bergerak pada usaha simpan pinjam. Kegiatannya menghimpun dana dalam bentuk simpanan dari anggota dan menyalurkannya juga kepada anggota dalam bentuk pemberian kredit dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggotanya. Dalam hal penyaluran kredit seiring dengan perkembangan waktu, kredit yang diberikan tidak semuanya berjalan sebagaimana mestinya, dan seringkali anggota mendapatkan permasalahan dalam hal pengembalian kreditnya. Tidak dapat dipungkiri lembaga keuangan yang bergerak dalam usaha simpan pinjam termasuk Credit Union akan dihadapkan pada permasalah risiko kredit. Masing-masing lembaga keuangan simpan pinjam tentu memiliki cara untuk meminimalkan risiko kredit tersebut. CU Lantang Tipo sebagai lembaga keuangan simpan pinjam memiliki sistem dalam penyaluran kredit yang diatur di dalam Peraturan dan Kebijakan Pengurus. Sehingga semua yang berkaitan dengan proses kredit mengacu pada Peraturan dan Kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam rangka mencapai portofolio perkreditan yang sehat, CU Lantang Tipo harus mempunyai keyakinan bahwa calon peminjam mampu mengembalikan kredit beserta jasa pinjaman dan kewajiban lain sesuai kesepakatan dan tentunya tujuan kredit anggota tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Credit Union. Dalam menganalisa pengajuan kredit anggota CU Lantang Tipo menggunakan standar penilaian analisa 5C sebagai syarat dalam pemberian kredit kepada anggota. Analisa 5C yang dimaksud diantaranya sebagai berikut: C1: Character Merupakan keadaan kepribadian calon peminjam seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaan, pola hidup, catatan atau sejarah pembayaran pinjaman, hubungan dalam berkeluarga dan bermasyarakat, dan lama menetap/berdomisili. Penilaian Character untuk mengetahui sejauh mana iktikad dan watak, hal ini dapat dinilai berdasarkan rekam jejak di masa lalu. Rekam jejak yang dimaksud dapat berkaitan dengan prilaku dan watak dalam pergaulan, rekam jejak dalam pengembalian kredit dan lainnya. C2: Capacity to pay Merupakan penilaian calon peminjam terhadap kemampuan dalam melunasi kewajibannya. Analisa ini untuk mengetahui stabilitas usaha atau pekerjaan yang ditekuni. Juga sejauh mana hasil usaha atau hasil pekerjaan yang diperoleh setelah dikurangi biaya hidup dan kewajiban lainnya dapat digunakan untuk pembayaran kewajiban kredit sesuai jangka waktu pengembalian kredit yang diajukan. C3: Capital status Capital adalah jumlah simpanan dan atau modal dan aset yang dimiliki oleh calon peminjam. Keaktifan menabung, peningkatan jumlah simpanan atau modal dan peningkatan aset yang dikelola calon peminjam turut mempengaruhi hasil analisa. C4: Collateral/Co-makers Jaminan adalah barang-barang yang diserahkan calon peminjam sebagai agunan untuk kredit yang diterimanya. Jaminan dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak. Barang yang dapat dijadikan sebagai jaminan kredit adalah barang yang memiliki nilai ekonomis yang dapat menutupi risiko kredit yang dicairkan dan penilaiannya dilakukan oleh Surveyor CU Lantang Tipo. Barang jaminan tidak bergerak terdiri dari tanah, tanah dan bangunan, dan barang jaminan bergerak terdiri dari kendaraan bermotor dan simpanan. C5: Credit conditions Kredit yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi yang dikaitkan dengan prospek atau keberlangsungan pekerjaan atau usaha calon peminjam. Termasuk legalitas pekerjaan atau usaha, dampak pekerjaan atau usaha terhadap lingkungan, serta keadaan lain atau kondisi yang mempengaruhi pada saat itu seperti gempa bumi, longsor, banjir dll. Metode yang dilakukan dalam proses analisa 5C melalui proses wawancara secara langsung dan survey atau kunjungan langsung ke rumah anggota atau kunjungan ke tempat usaha anggota. Calon peminjam juga diminta untuk melengkapi berkas atau dokumen yang diperlukan untuk mendukung proses analisa kredit. Dalam memutuskan pengajuan kredit, ke lima aspek analisa 5C tersebut harus saling mendukung sehingga kredit yang diberikan aman dan berdaya guna bagi anggota. Prinsip Koperasi adalah dari, oleh, dan untuk anggota. Sumber dana yang digunakan dalam penyaluran kredit bersumber dari simpanan anggota. CU Lantang Tipo sebagai salah satu Koperasi simpan pinjam yang dipercaya anggota untuk mengelola penyaluran kredit, selalu mengutamakan keamanan dan prinsip kehati-hatian. Oleh karenanya kredit yang diajukan seyogyanya sesuai kebutuhan dan dengan tujuan produktif dan kesejahteraan, sehingga harapannya tujuan mencapai kesejahteraan dapat terealisasi. (Sugeng Kristiono)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com