Agustinus Agun “CU ibaratkan kawan, kalau kita lupa dengan kawan maka kawan lupa dengan kita” Hasanto : “Saya bersyukur kalau CU yang saya pilih adalah yang terbaik untuk saya” Dampak Turunnya Harga TBS bagi Petani TRANSAKSI CEPAT DAN MUDAH MELALUI ATM Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor KC Balai Berkuak, Anggota Respon Positif
 
Kekuatan yang sudah mulai lenyap
Rabu, 26 September 2018 | 11:17

Ada sebuah kisah, di suatu negeri nun jauh disana. Hiduplah seorang pemuda desa. Pemuda desa ini terkenal tangkas, sigap dan kuat. Apa yang dilakukannya? Setiap hari, pemuda berlatih dengan giat dan tangkas mengasah kemampuannya. Semua potensi dalam dirinya dimaksimalkan. Hingga suatu ketika dia dipilih untuk ikut berperang. Dimedan perang ia sehat kuat sehingga banyak yang mengaguminya. Akhirnya, ia diangkat menjadi panglima perang yang sangat dikagumi. Sampai suatu saat, ia meraih masa kejayaanya. Ia di angkat oleh raja menjadi menteri di kerajaan raja. Tahun berganti tahun sang pemuda ini semakin gemuk, ia semakin lamban dan tidak setangkas dan sesigap dulu. Dia menganggap bahwa dia tetap terhebat, tetap yang terbaik dan tetap yg terkuat. Suatu saat terjadi perang di kerajaan itu, sang menteri ini ikut berperang. Namun kejayaan masa dulu sudah tidak ada lagi pada dirinya. Dirinya semakin gemuk, ia lupa akan jurusnya dulu, latihan rutin yang dulu sering dilakukan pada masa mudanya sudah jarang dilakukannya. Ia terbuai oleh kemegahannya dan tidak relevan dengan zamannya. Ia terbuai oleh kenikmatan. Kenikmatan dan kesuksesan sering membuat kita terlena. Barulah ia sadar bahwa selama ini ia salah, silau oleh kenikmatan. Apa pelajaran yang bisa kita ambil. 1.Kesuksesan dan kejayaan sering membuat kita terlena. Disaat kita merasa bahwa kita masih yang hebat dan yang terbaik dan membuat kita mengabaikan kompetitor kita, pada saat itu kompetitor kita terus berlatih mengasah kemampuan mereka untuk mengalahkan kita. 2.Kita sering melupakan perjuangan awal kita untuk mencapai sebuah kesuksesan. Sebuah kesuksesan itu seperti kita mengayuh perahu melawan arus yang deras. Ketika kita berhenti berkayuh, ingat pada saat itu kita sudah hanyut mundur dan telah tertinggal. Teruslah berkayuh. Kayuhan itu berisi kerja keras, inovasi, komitmen dan berjuang tanpa henti. 3.Jika gerak kita mulai melambat, semangat mulai menurun, omzet mulai berkurang, pertumbuhan kita tidak segesit dulu, pencapaian target kita berkurang mungkin tidak seperti masa kejayaan kita; mungkin kita sudah tidak berlatih seperti dulu, bekerja seperti dulu dan total seperti dulu maka kita perlu menggali semangat dan cara kita pada saat masa keemasan kita. (Dilham)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com