Jelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) CU Lantang Tipo Tahun Buku 2018 Tantangan Credit Union di Era Milenial Mempersiapkan Masa Depan dengan menabung di CU Lantang Tipo Kori Karolina: Tidak salah jika menabung, tetapi meminjam untuk usaha jauh lebih berguna Sura: Menjadi anggota karena ingin menyiapkan masa depan
 
Tangga Menggapai Cita-cita
Jumat, 4 Januari 2019 | 10:45

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu pernah memperhatikan tayangan berita di televisi maupun media lain, masih ada anak yang putus sekolah. Tidak menutup kemungkinan jika dilingkungan sekitar kita juga masih ada anak-anak yang tidak dapat menyelesaikan sekolah mereka. Putus sekolah memunculkan permasalahan tidak hanya bagi anak, tetapi bagi orang tua dan lingkungan sekitar. Anak akan cenderung memisahkan diri dari teman-temannya yang bersekolah. Anak akan lebih sering menyendiri. Apabila bergaul, akan bergaul dengan anak yang sama-sama putus sekolah. Penyebab anak putus sekolah biasanya dipengaruhi oleh pergaulan dan kurangnya pengawasan dari keluarga. Apabila anak bergaul dengan teman-teman yang tidak memprioritaskan pendidikan, yang sekolah hanya untuk ikut-ikutan teman, maka sifat anak akan cenderung lebih mengikuti sifat teman-temannya tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila anak bergaul dengan teman-temannya yang aktif, pintar dan berprestasi, maka anak akan cenderung mengikuti sifat tersebut. Tidak ada yang bisa membatasi anak untuk bergaul dan berteman kecuali peran dari orang tua. Orang tua memiliki peran penting untuk mengawasi anak mereka. Namun dari permasalahan di atas, yang ingin disampaikan berikut ini adalah peran orang tua dalam mendukung anak untuk sekolah. Kurangnya peran orangtua menjadi salah satu kendala anak bersekolah. Anak akan bertumbuh kembang menjadi anak yang baik jika anak tersebut tak lepas dari peran dan bimbingan orang tua. Selain itu orang tua juga harus selalu mendukung usaha mereka dalam menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mengapa pendidikan harus tinggi? Jenjang pendidikan yang lebih tinggi tentu saja untuk memberi bekal akademik dan pengalaman lebih kepada anak untuk meraih cita-cita mereka. Lalu, bagaimana peran orang tua dalam mewujudkan cita-cita anak? Seperti yang telah disebutkan bahwa untuk mencapai cita-cita tentunya perlu pendidikan. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Untuk melamar suatu pekerjaan tertentu yang diutamakan adalah pendidikan. Perlu diketahui bahwa setiap tahun di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta selalu meluluskan ribuan mahasiswa mahasiswinya. Kebanyakan dari mahasiswa mahasiswi tersebut akan mencari pekerjaan. Hampir setiap instansi maupun perusahaan yang mencari tenaga kerja akan mereka datangi untuk mengantar lamaran. Tentunya dalam penerimaan karyawannya setiap instansi maupun perusahaan akan melakukan seleksi. Setiap instansi dan perusahaan memerlukan orang-orang yang memiliki skill dan semangat dalam bekerja. Instansi maupun perusahaan punya spesifikasi tertentu bagi pelamar, sehingga dapat diterima untuk bekerja. Bagi yang tereliminasi dari para pelamar tentunya harus mencari pekerjaan baru lagi. Bagaimana dengan lulusan yang ingin membuka usaha sendiri? Bagi lulusan yang mempunyai skill dan kemampuan tentulah sangat baik jika ingin membuka usaha sendiri. Misalnya dengan menjadi petani modern. Begitu banyak peluang untuk menjadi sukses, dan sukses tersebut dapat dicapai dengan dukungan pendidikan. Melalui pendidikan seseorang tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui proses pembelajaran seseorang akan menemukan pengalaman. Hal tersebut yang menjelaskan secara sederhana tentang pentingnya peran pendidikan dalam mencapai cita-cita. Peran orang tua adalah menyiapkan tabungan pendidikan bagi anak-anaknya. Menyikapi berbagai permasalahan kendala pendidikan tersebut, CU Lantang Tipo ingin membantu anggota dalam mewujudkan cita-cita. Apabila uang yang ada hanya ditabung dirumah, tentunya sangat mudah diambil kemudian digunakan untuk keperluan lain. Sementara tabungan yang dikhususkan untuk kebutuhan pendidikan anak, habis digunakan untuk keperluan yang bukan menjadi prioritas tujuan menabung. Oleh sebab itu, CU Lantang Tipo menyediakan produk simpanan pendidikan yaitu TAS dan Todingk. TAS (Tabungan Anak Sekolah) merupakan tabungan yang dikhususkan kepada anak-anak untuk menanamkan budaya menabung. Melalui TAS anak akan terbiasa untuk menyisihkan uang jajan mereka untuk ditabung. Cukup dengan lima ribu rupiah setiap bulan anak sudah dapat mengaktifkan simpanan TAS. Beruntungnya ketika melihat anak-anak sejak kecil sudah pandai menabung. Dengan demikian mereka juga akan terbiasa untuk menghargai uang. Untuk memiliki produk TAS, anak-anak yang belum menjadi anggota juga boleh memiliki produk simpanan ini. Dengan pembukaan awal sepuluh ribu rupiah, anak-anak yang sudah menjadi anggota maupun yang belum menjadi anggota dapat memiliki simpanan TAS tersebut. Meskipun sama-sama produk pendidikan, Todingk berbeda dengan TAS. Simpanan Todingk merupakan simpanan yang dikhususkan untuk menyiapkan dana pendidikan. Oleh karena itu simpanan Todingk mempunyai jangka waktu dalam penarikan simpanannya, yaitu ketika simpanan Todingk sudah mencapai waktu lima tahun sejak awal pembukaan. Simpanan Todingk juga memiliki jasa simpanan yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan simpanan TAS. Untuk memiliki produk simpanan Todingk, syaratnya harus menjadi anggota CU Lantang Tipo. Dengan dua puluh ribu rupiah, anggota sudah dapat memiliki simpanan Todingk dan mulai menyiapkan tabungan untuk persiapan pendidikan. Saat ini, ketika orang tua ingin mendaftar anaknya masuk sekolah mulai dari SD s/d SMP mungkin belum terasa begitu besar biayanya. Namun ketika sudah menginjak ke jenjang yang lebih tinggi seperti SMA atau kuliah, maka biaya untuk pendidikan pasti akan terasa besar. Oleh sebab itu, tidak ada waktu lagi untuk menunda menabung untuk masa depan dan pendidikan. Gapailah cita-cita anda. CU Lantang Tipo siap melayani anda. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com