PERTEMUAN DENGAN KELOMPOK TANI SAWIT DI SEDOWAI Jangan Meremehkan Pekerjaan SUPARDEN : DARI TKI DI MALAYSIA HINGGA PUNYA USAHA MOBIL ANGKUTAN LAPIUS : USAHA PENGGILINGAN PADI JELANG PROMOSI TAS DAN TODINGK
 
PERTEMUAN DENGAN KELOMPOK TANI SAWIT DI SEDOWAI
Jumat, 4 Oktober 2019 | 15:5

Empat tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2015, CU Lantang Tipo telah membentuk kelompok tani di Sedowai. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat khususnya petani di Sedowai dalam memanfaatkan lahan kosong milik anggota kelompok. CU Lantang Tipo hadir untuk mendengarkan apa yang petani butuhkan. Setelah melalui penjajakan dengan para petani, CU Lantang Tipo memutuskan siap untuk membantu petani dengan menyediakan modal pinjaman pertanian. Petani yang jumlahnya sebanyak 20an orang kemudian dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok tersebut kemudian mendapat pembinaan dari CU Lantang Tipo. Setiap kelompok kemudian membentuk kebun yang mana kebun tersebut tetap menjadi tanggung jawab dari masing-masing petani. Pendampingan selalu berjalan rutin setiap bulan atau ketika sampai waktu petani harus membasmi gulma, memberi pupuk, dan melakukan perawatan lainnya pada tanaman sawit. Pada tanggal 5 September 2019, CU Lantang Tipo datang untuk berbincang bersama para petani. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mikael Musliadi Didi (Chief HRD), Sugeng Kristiono (Kadiv Marketing), Andreanus Berno (Kadiv Member Development), Dwiyanuar Kurniawan (Kadiv Training and Development), Michael Herman (Kabid Kredit) dan beberapa Staf Divisi dan Staf bidang kredit Kantor Cabang Utama. Dalam pemaparannya kepada petani, Sugeng Kristiono memberi penjelasan terkait dengan proses pembayaran yang harus dilakukan petani dengan modal pinjaman pertanian yang diberikan empat tahun yang lalu. Dalam perjanjian empat tahun yang lalu, ketika hasil kebun sudah mulai berproduksi maka petani wajib mengangsur modal yang mereka pinjam. Petani cukup koperatif dengan perjanjian tersebut sehingga di awal tahun 2020 nanti mereka sudah wajib membayar angsuran pinjaman. Sebelum mengakhiri kegiatan, Bpk. Mikael Musliadi Didi mengapresiasi petani di Sedowai yang telah berhasil membuat kebun sawit menggunakan modal yang dipinjamkan. Beliau juga menambahkan apabila perjanjian kredit tersebut sudah selesai bukan berarti kelompok tani tidak bisa berkonsultasi lagi dengan CU Lantang Tipo, khususnya divisi yang menangani kelompok tani. “Setelah perjanjian kredit ini selesai, petani tetap dapat berkonsultasi seputar cara pemeliharaan tanaman dan meningkatkan hasil panen dengan petugas dari CU Lantang Tipo, khususnya yang mendampingi kelompok tani” tutur Chief HRD. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com