html web templates

Tetap beternak ayam daging meski dalam kondisi pandemi

Lias (30) salah satu anggota KC Nanga Pinoh. Sejak 14 tahun yang lalu ia telah menekuni usaha ternak ayam. Ditengah pendemi Covid-19, usaha ternak ayam merupakan peluang usaha yang masih menjanjikan. Alasannya adalah ayam merupakan hewan kebutuhan konsumsi yang diperlukan oleh banyak orang. Selain itu, ayam memiliki harga yang masih tetap stabil di pasaran.
Alasan Lias beternak ayam daging (broiler) adalah karena pertumbuhan yang cepat sehingga usia panen juga lebih cepat. “Alasan saya memilih usaha ternak ayam daging adalah karena pertumbuhan yang cepat sehingga panen juga pasti cepat” tuturnya kepada Tiponews. Selain karena usia panen yang cepat, kebutuhan pasar akan ayam daging juga cukup tinggi.
Menurut Lias, usia panen ayam daging idealnya adalah 35 hari. Saat itu beratnya rata-rata sudah mencapai 1,8 kilogram bahkan lebih. Untuk harga juga menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, apabila kebutuhan tinggi sedangkan stok ayam hanya sedikit kemungkinan harga bisa naik. Demikian juga ketika menjelang hari raya yang pasti tentu menguntungkan para peternak ayam karena kebutuhan akan ayam cukup tinggi di pasaran.
Awalnya Lias hanya memelihara beberapa ekor saja karena modal yang belum cukup untuk membuat kandang, membeli bibit serta pakan ayam. Setelah bergabung menjadi anggota, ia pun mulai mengerti cara menabung dan meminjam di CU Lantang Tipo. Sebelumnya, hasil dari penjualan ayamnya pada waktu itu sebagian ia sisihkan untuk ditabung di CU, sisanya ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan serta membeli bibit dan pakan ayam. Setelah tabungannya cukup banyak dan ia merasa mampu untuk membayar pinjaman, ia kemudian mengajukan pinjaman ke CU Lantang Tipo untuk mengembangkan usaha ternak ayamnya.
Pinjaman dari CU Lantang Tipo tersebut kemudian ia gunakan untuk memperbaiki kandang ayam, menambah bibit dari yang awalnya hanya 50 ekor menjadi 200 ekor. Usaha tersebut berjalan lancar dan ia pun menambah bibit lagi menjadi 700 ekor. Saat ini ia telah memiliki dua buah kandang yang masing-masing kandang dapat menampung 700 ekor ayam.
Dalam usaha ternak ayamnya, Lias menjalankan usahanya dengan lancar namun bukan berarti tanpa kendala. Salah satu kendala yang utama adalah ayamnya banyak yang mati. Menurut Lias, hal tersebut terjadi karena perubahan cuaca yang cukup ekstrim. Belum lagi ditambah dengan faktor keamanan lingkungan sekitar. Meskipun cukup banyak kendala yang dihadapi, ia tetap berusaha belajar cara beternak ayam yang benar. “Tentunya beternak ayam ini adalah proses, saya harus tetap belajar untuk menghadapi berbagai kendala yang ada” tutur Lias.
Belajar dari proses yang ada membuat usaha peternakan ayamnya menjadi semakin lebih baik. Angka kematian ayamnya semakin bulan sudah semakin menurun. Hal tersebut memberikan keuntungan bagi Lias, istri dan dua orang anaknya. Selain dibawa sendiri ke pasar, penjualan ayamnya selama ini juga dilakukan dengan cara menghubungi konsumen. “Biasanya konsumen datang sendiri untuk membelinya ke rumah saya” terang Lias.
Lias merasa bersyukur telah menjadi anggota CU Lantang Tipo karena melalui CU Lantang Tipo ia dapat belajar menabung dan mengelola uangnya. Terlebih lagi ia diberikan kepercayaan oleh CU Lantang Tipo menggunakan pinjaman untuk mengembangkan usahanya. (Kr)

Alamat Kantor Pusat

Jalan Pancasila No. 04 Desa Pusat Damai
Kec. Parindu, Kab. Sanggau
Prov. Kalimantan Barat

Kontak

Telp: (0564) 24065

kopdit.culantangtipo@gmail.com

Fax: (0564) 22784

Jam Pelayanan

Senin-Jumat :
08.30-14.30 WIB

Sabtu :
08.30-13.30 WIB