KC Sanggau : “Dusun Jonti Pemenang Kampung Berprestasi CU Lantang Tipo Tahun Buku 2016” Kunjungan Pengurus, Pengawas dan Manajemen Kopdit CU Semarong Kantor Pusat : Pelatihan Membangun Tim Kerja (Team Work) Koperasi Kredit CU Lantang Tipo Raih Penghargaan Dari Bappenas Anselmus Gunder – Usaha Penampung Buah Kelapa Sawit (TBS)
 
Nur Salim : Usaha Pembuatan Keripik Singkong “SELAMAT”
Jumat, 30 Juni 2017 | 9:56

Nur Salim adalah salah satu anggota aktif KC Sosok. Berawal dari pinjamannya di CU Lantang Tipo, ia membuka usaha pembuatan keripik singkong. Ketertarikannya untuk membuat keripik singkong karena ia ingin membuat nilai jual singkong lebih tinggi dibandingkan dengan harga singkong yang hanya sebagai pakan ternak. Awal mula pembuatan keripik singkong adalah saat ia dulunya masih bekerja di perusahaan sawit. Saat itu ia ditawari untuk membeli singkong oleh penduduk setempat. Dengan begitu banyaknya singkong yang ada, ia pun menjual singkong tersebut kepada tukang ternak. Tetapi sejak saat itu ia kemudian berpikir bagaimana kalau singkong yang ia jual tersebut tidak hanya untuk dijadikan pakan ternak, tetapi untuk dijadikan keripik saja sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Berawal dari itu, kemudian ia mulai membuat keripik dari singkong yang ia jual ke warung-warung. Penjualan keripik singkongnya pun cukup laris sehingga Salim memperbanyak produksi pembuatan keripik singkongnya dengan meminjam dari CU Lantang Tipo untuk dijadikan tambahan modal usahanya. Pinjaman yang ia dapat, ia gunakan untuk membeli lahan, lahan tersebut ia gunakan untuk membuka kebun singkong dan kebun sawit. Sisa pinjamannya ia gunakan untuk membeli singkong penduduk dan juga menyewa lahan kosong penduduk setempat untuk memperbanyak tanaman singkongnya. Untuk menghasilkan 80 Kg keripik singkong, biasanya Salim memerlukan singkong sampai 200-an Kg. Kemudian Salim harus memilih singkong yang layak untuk dijadikan sebagai keripik. Salim dapat memproduksi 700 sampai 800 bungkus kecil dalam sehari. Selain dengan bungkus kecil, Salim juga menyediakan keripiknya dengan bungkus yang lebih besar dengan berat 1/2 Kg sampai 1 Kg. Salim juga menerima pesan antar untuk para konsumennya. Untuk pesanan dari rumah ke rumah biasanya Salim sudah memberikan harga yang telah disepakati dan sesuai dengan jarak pengiriman. Saat ini, Salim sudah menjual keripiknya hingga ke beberapa wilayah seperti Tayan, Beduai sampai dengan Sanggau. Setiap usaha tentunya tidak luput dari berbagai kendala, tetapi itu semua tergantung bagaimana cara kita untuk menghadapinya. Begitu pula dengan usaha pembuatan keripik singkong yang Salim jalankan. Sudah sekitar 3 tahun lebih Salim menjalankan usaha pembuatan keripik singkongnya. Kendala yang sering Salim temui adalah kualitas bahan baku singkong yang digunakan. Usia singkong yang belum mencapai 10 bulan tetapi sudah dipanen menyebabkan kualitas keripik menjadi berkurang. Belum lagi ditambah dengan singkong terkadang ada yang busuk ketika panen. Tetapi dibalik kendala yang ada, Nur Salim adalah sosok yang pantang menyerah dan selalu berusaha. Sehingga tak heran dari hasil usahanya tersebut, ia kini sudah bisa membangun rumah dan membeli tanah sebagai investasinya. (kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com