Senyum Tipo : Berpikir Sederhana Amas : “Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Kita Mendapatkan” KC Nanga Mahap : “Kantor Baru, Anggota Diharapkan Semakin Giat Menabung” Bety : “Sukses, Ketika Kita Memiliki Apa Yang Kita Punya Sekarang Dengan Kerja Keras dan Tidak Menyerah Pada Keadaan” Akhun : “Petani Sukses Dari Jangkang”
 
COLLATERAL / JAMINAN ATAU AGUNAN
Selasa, 19 Desember 2017 | 14:4

Ketika melakukan pedidikan dasar bagi anggota yang baru bergabung, sering muncul sebuah sebuah pertanyaan klasik. Pertanyaan itu adalah : “ Mengapa meminjam memerlukan agunan/ Jaminan? Sebelum lebih jauh membahas mengenai hal ini, Kita akan melihat sejenak mengenai definisi dari agunan atau jaminan. Agunan atau jaminan dalam bahasa kerennya lebih dikenal dengan sebutan Collateral. Collateral atau Agunan adalah barang, aset atau surat berharga yang digunakan sebagai jaminan oleh pihak peminjam (kreditur) kepada perusahaan pemberi pinjaman (debitur). Pertanyaan diatas kita akan jawab secara sederhana melalui ilustrasi dibawah ini. Ada sebuah perkumpulan arisan. Perkumpulan tersebut terdiri dari banyak orang. Kemudian Bapak/ Ibu diangkat menjadi ketua arisan tersebut dan dipercayai untuk mengelola uang yang ada. Setiap bulan diadakan pengumpulan uang tabungan dan iuran. Atas kesepakatan bersama maka uang tersebut bisa dipinjamkan kepada sesama anggota. Kemudian suatu hari maka datanglah salah satu anggota ingin meminjam sejumlah uang tersebut. Setelah melakukan pertimbangan maka Bapak/ Ibu memberikan sejumlah uang kepada anggota yang memerlukan. Suatu ketika anggota ini mengalami suatu dan lain hal menyebabkan ia tidak mampu mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh Bapak/ Ibu. Kemudian pada waktu yang bersamaan datang anggota lain ingin meminjam juga dan datang juga anggota lain ingin menarik uang iuran dan tabungan yang telah disimpan. Bapak/Ibu sebagai ketua dihadapkan pada kondisi bahwa harus mengamankan uang anggota arisan yang lain bukan? Bagaimana tindakan kita terhadap anggota yang sudah tidak mengembalikan. Pilihan kita adalah melakukan negosiasi dan membantu anggota tersebut untuk menyelesaikan dan membayar angsuran atau pinjamannya dengan cara mencairkan agunannya, jika dari awal kita meminta agunan. Apa jadinya jika anggota yang menggunakan uang tidak menggunakan agunan?. Maka potensi uang untuk kembali menjadi lebih kecil bahkan mungkin bisa tidak kembali. Risiko lainnya yang akan dihadapi adalah terhambatnya anggota lain yang ingin meminjam dan mengambil tabungannya akan menjadi terhambat. Jadi tujuan bersama dari anggota arisan menjadi tidak bisa terwujud. Agunan yang diberikan anggota ketika menggunakan uang bersama tersebut sebagai bentuk tanggung jawab bahwa kita sebagai pengguna uang, mengantisipasi segala hal yang akan terjadi pada keuangan kita dimasa depan. Jika suatu saat kita mengalami kesulitan maka agunan kita bisa mengamankan uang anggota yang lain. Anggota sekalian yang luar biasa, ilustrasi di atas merupakan gambaran kecil dari CU. Kelompok arisan bisa kita andaikan sebagai sebuah credit union, Anggota arisan adalah anggota CU. Jadi Jaminan atau agunan yang digunakan pada saat kita melakukan pinjaman itu memiliki 2 tujuan utama: 1. Bagi Credit Union Agunan atau jaminan bertujuan untuk mengamankan uang anggota yang disimpan dalam bentuk tabungan. Agunan yang diminta kepada anggota pada saat anggota melakukan pinjaman bukan merupakan bukti CU tidak percaya. CU percaya kepada anggota makanya diberikan pinjaman. Namun pada sisi lain CU yang sudah dipercayai untuk mengelola uang dari anggota juga harus bisa memastikan bahwa uang yang disalurkan kepada anggota tetap dalam kondisi aman dan tidak berisiko. Jika terjadi kegagalan anggota dalam mengangsur atau membayar, maka ada agunan yang bisa digunakan untuk menutupi pinjaman tersebut. 2. Bagi anggota Peminjam CU membantu anggota untuk mengelola risiko dan mengantisipasi kejadian dimasa yang akan datang, serta menjadi anggota yang bertanggungjawab terhadap uang anggota yang lain. Agunan yang diserahkan pada saat melakukan pinjaman juga menjadi bukti kesungguhan dan tanggungjawab anggota peminjam terhadap sejumlah uang yang diberikan dalam bentuk pinjaman dan jika terjadi sesuatu hal dimasa depan maka agunan yang diserahkan bisa mengamankan uang anggota yang lain. Kemudian ada anggota bertanya kenapa agunan harus sesuai dengan nilai pinjaman. Pertanyaan ini sering muncul ketika di pertemuan bersama anggota. Anggota sekalian, jika setiap kita mengumpulkan sejumlah uang kemudian kita pinjamkan kepada salah satu diantara kita dengan agunan yang tidak sesuai. Ketika suatu waktu rekan kita tersebut tidak mampu mengembalikan dan kita hanya memiliki agunan yang tidak sesuai dengan jumlah uang yang dipinjamkan, maka apa yang terjadi. Uang siapa yang berkurang dan menjadi tidak aman dan berisiko hilang?. Jawabannya adalah uang kita bersama. Jaminan/agunan adalah barang-barang yang diserahkan calon peminjam sebagai agunan untuk kredit yang diterimanya. Jaminan dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak. Barang yang dapat dijadikan sebagai jaminan kredit adalah barang yang memiliki nilai ekonomis yang dapat menutupi risiko kredit. Persyaratan ekonomis barang jaminan sebagai berikut: a. Harus mempunyai nilai ekonomis pasar. b. Nilai barang jaminan kredit harus lebih besar daripada platfond kreditnya. c. Barang jaminan harus mempunyai pasaran yang cukup luas dan mudah dijual. d. Barang jaminan kredit yang diajukan oleh anggota harus mempunyai standar harga tertentu (harga pasar). Selain nilai ekonomis, jaminan kredit yang diserahkan harus memenuhi persyaratan hukum sebagai berikut: a. Harus mempunyai wujud nyata. b. Harus merupakan milik anggota dengan bukti surat-surat otentiknya. c. Jika barang jaminan berupa barang yang dikuasakan, pemiliknya harus ikut menandatangani perjanjian kreditnya. d. Tidak sedang dalam proses pengadilan. e. Tidak sedang dalam keadaan sengketa. f. Tidak terkena proyek pemerintah. Barang yang dapat menjadi jaminan kredit berupa barang bergerak dan tidak bergerak, dalam melakukan penilaian atau taksasi barang jaminan diatur ketentuan sebagai berikut: a. Barang jaminan tidak bergerak terdiri dari tanah, tanah dan bangunan dengan taksasi 70% dari nilai pasar. b. Barang jaminan bergerak kendaraan bermotor dengan taksasi 50% dari nilai buku dan mempertimbangkan kondisi kendaraan. c. Barang jaminan berupa simpanan atau tabungan nilai taksasi 100% dari jumlah simpanan atau tabungan yang dijaminkan Jadi oleh sebab itu mari kita bersama mengamankan CU ini agar tetap bisa memberikan manfaat bagi semua anggota dan anak cucu kita selamanya. Aman dan berlangsungnya CU ini tergantung dari kita para Anggota. Salam Bijak. Tuhan Yesus Memberkati. (Dh&Sg)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com