Senyum Tipo : Berpikir Sederhana Amas : “Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Kita Mendapatkan” KC Nanga Mahap : “Kantor Baru, Anggota Diharapkan Semakin Giat Menabung” Bety : “Sukses, Ketika Kita Memiliki Apa Yang Kita Punya Sekarang Dengan Kerja Keras dan Tidak Menyerah Pada Keadaan” Akhun : “Petani Sukses Dari Jangkang”
 
Amas : “Semakin Banyak Memberi, Semakin Banyak Kita Mendapatkan”
Selasa, 19 Desember 2017 | 14:55

Amas, sapaan akrabnya merupakan, salah satu kolektor KC Sepauk yang beralamat di Dusun Sirang Setambang, RT/RW 01/01, Desa Sirang Setambang, Kec. Sepauk, Kab. Sintang. Amas menikah dengan Yuliana dan dikaruniai satu orang anak bernama Kusmas. Selain berprofesi sebagai kolektor, Amas juga seorang petani. Sejak kecil ia sudah meninggalkan kampung halaman untuk mandiri dan bersekolah. Sekembalinya ke kampung halaman, Amas bekerja di Kantor Desa. “Banyak orang mengira saya bukan orang Sirang Setambang karena memang dari kecil saya tidak tinggal dengan orang tua, untuk bersekolah dan bekerja”, terangnya. Bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo pada tahun 2010. Amas menceritakan pertama kali mengenal CU Lantang Tipo pada saat TP Sepauk masih di pasar Sepauk. Pada waktu itu Manajer TP Sepauk (Hieroni Sandriyo) meminta saya untuk membantu CU Lantang Tipo diwilayah Desa Sirang Setambang dan sekitarnya. “Saya sangat senang karena dapat membantu CU Lantang Tipo khususnya untuk desa saya sendiri, kalau untuk di desa saya, semua warga sudah kenal dengan saya dan saya juga megenal mereka”, tambahnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa Amas mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan anggota di wilayah Sirang Setambang. Ketika ditanya bagaimana cara Amas memotivasi para anggotanya. “Memotivasi orang itu susah-susah gampang. Karena hal tersebut merupakan satu penilaian layak tidaknya pengabulan kredit. Karena saya sudah lama berdomisili disin, biasanya saya meliha orang berdasarkan karakter dan pekerjaanya”, jelasnya kepada Tiponews. Selama menjadi kolektor di CU Lantang Tipo, Amas tidak memiliki kendala yang berarti ketika mengunjungi anggotanya. Jika ada anggotanya yang terkendala masalah keuangan untuk bayar angsuran terkadang Amas menalanginya terlebih dahulu. Namun kebaikan Amas disalahgunakan oleh anggota, banyak anggota yang sudah ditalangi malah tidak mengembalikan, tetapi itu tidak dijadikan masalah baginya. “Yang salah ya saya sendiri karena terlalu percaya dengan orang, dan itu juga menggunakan uang saya sendiri jadi tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Dan itu juga jadi pembelajaran buat saya, dan jangan sampai terulang kembali oleh anak dan cucu saya nantinya”, imbuhnya sambil tertawa. Amas tidak mempermasalahkan uangnya yang tidak dikembalikan karena prinsipnya semakin banyak kita memberi maka akan semakin banyak pula yang akan kita terima. Begitu juga dengan CU, semakin sering CU bersosialisasi dengan masyarakat semakin banyak juga yang akan bergabung menjadi anggota CU. Terkadang Amas juga mempekerjakan anggota-anggota yang belum bisa mengangsur entah itu nebas, manen sawit dan lain-lain sehingga hasilnya bisa digunakan untuk bayar angsuran. Dengan begitu anggota termotivasi untuk bekerja dan tidak lupa dengan kewajibannya di CU. Menjadi kolektor bukan sekedar pekerjaan tetapi bagaimana kita mengajak dan memotivasi masyarakat yang belum mengenal CU, dapat mengenal CU, sehingga masyarakat merasa terbantu dengan adanya CU. CU juga mengajarkan bagaimana mengatur dan mengelola keuangan sehingga bermanfaat untuk para anggotanya. “Saya bisa seperti ini juga ya karena CU, bukan langsung atau pun mengharapkan peninggalan dari orang tua”, ujarnya. “Meskipun saya sudah mau pensiun, saya akan tetap bersama CU Lantang Tipo mendampingi anggota khususnya di Sirang Setambang. Dan semoga CU Lantang Tipo terus tumbuh dan berkembang sehingga anggotanya bisa bertambah banyak ”, tambahnya sambil menutup perbincangan kami. (jd)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com