JELANG PROMOSI TAS DAN TODINGK Kekuatan 1000 Rupiah Waspada Penawaran Kredit Online yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo Jambu Kristal Yang Menjanjikan Aheng “Meski sempat pasang surut, namun semangat harus tetap membara”
 
“Pelayanan dan Kejujuran Akan Membawa Rezeki serta Kebaikan dalam Keluarga dan Masyarakat”
Rabu, 20 Maret 2019 | 15:47

Kesehariannya bekerja sebagai petani di sawah. Pulang dari sawah biasanya ia sudah ditunggu oleh orang-orang yang ingin menemuinya di rumah. Mereka adalah anggota CU Lantang Tipo yang ingin menabung dan mengangsur pinjaman. Meskipun terkadang dalam kondisi kaki masih berlumpur, ia tetap mendahulukan pelayanan untuk orang-orang yang telah menunggunya. Ia bernama Jon Simamora (49) salah satu koordinator wilayah (korwil) CU Lantang Tipo KC Balai Karangan. Diusianya yang tak lagi muda, ia masih terlihat gigih. Selain menjadi petani padi, ia juga bekerja sebagai buruh lepas di salah satu perusahaan sawit di daerahnya. Apabila tidak masuk kerja di perusahaan, lelaki yang akrab di sapa bapak Teni ini selalu menyempatkan diri untuk membantu istrinya bekerja di sawah. Ia mempunyai tiga orang anak dan satu orang cucu. Dirumahnya yang berlokasi di Dusun Entabai, ia memiliki usaha ternak ayam. Meskipun menurutnya hanya untuk mengisi waktu luang namun hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. \"Memang saya ada beternak ayam, tetapi hanya sekadar untuk mengisi waktu luang saja\" tuturnya. Harga ayam yang ia berikan juga tidak berbeda dengan harga pasar. Meskipun begitu, warga sekitar tetap lebih memilih untuk membeli ayamnya karena menurut yang sudah terbiasa membelinya, daging ayam milik Pak Jon terasa lebih manis dibandingkan dengan ayam yang ada dipasaran. \"Saya tidak tahu kenapa menurut mereka yang membeli ayam saya, daging ayam saya terasa manis, mungkin karena dagingnya masih segar barangkali\" sambungnya sambil tersenyum. Jon Simamora menjadi korwil CU Lantang Tipo sejak tahun 2006. Perjalanan kisahnya sehingga menjadi korwil ketika dahulu pernah ada salah satu korwil di daerahnya dan meninggal dunia. Jon Simamora yang pada waktu itu telah menjadi anggota kemudian dipercaya untuk menjadi korwil. Ia yang awalnya masih ragu apakah bisa menjalankan tugas sebagai korwil, akhirnya secara bertahap ia mulai percaya diri dan mampu untuk mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai korwil. Menurutnya, selama menjadi korwil ia belum pernah menemukan kendala yang berarti, misalnya saja ketika ingin mengunjungi orang untuk memenuhi kewajiban mereka. Ia selalu melakukan pendekatan dengan anggotanya. Ia terlebih dahulu menanyakan kepada anggota alasan mengapa mereka sampai lupa untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota CU. Setelah ia mengetahuinya ia kemudian mengajak anggota tersebut berdiskusi untuk mencari jalan keluar dari masalah yang anggota hadapi. \"Ketika saya menemui anggota, saya selalu melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan anggota untuk mengetahui masalah apa yang anggota hadapi sehingga terkadang lupa untuk memenuhi kewajibannya\" terangnya. \"Setelah mengetahui permasalahannya, baru saya mengajak anggota untuk berdiskusi sehingga menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut\" lanjutnya. Cara tersebut yang selalu ia lakukan setiap berkunjung ke tempat anggota. \"Namun biasanya anggota sadar dengan sendirinya terkait kewajiban mereka di CU sehingga mereka datang dengan sendirinya ke rumah saya\" terang Jon Simamora. Anggota yang datang ke rumahnya tidak hanya untuk mengantar kewajiban mereka, namun ada juga yang sambil berkonsultasi terkait ingin mengajukan permohonan kredit. Selain itu, ada juga yang datang ke rumahnya menanyakan syarat-syarat untuk menjadi anggota CU Lantang Tipo. Biasanya ketika ia punya waktu untuk menjelaskannya kepada calon anggota, maka ia akan menjelaskannya langsung. Namun apabila cukup sibuk maka ia langsung memberikan buku kebijakan kepada calon anggota untuk dibaca. \"Biasanya kalau saya sempat saya jelaskan kepada calon anggota, namun kalau saya tidak sempat maka saya memberikan buku kebijakan kepada anggota agar dapat membaca persyaratannya\". Ia juga selalu mengingatkan kembali kepada calon anggota bahwa jangan sungkan untuk bertanya kepadanya tentang CU apabila ada yang kurang dipahami oleh calon anggota. Sebagai korwil dan anggota, CU cukup banyak membantu dalam memenuhi kebutuhannya. Misalnya ketika perlu dana, maka ia dapat mengajukan pinjaman di CU. “CU cukup banyak membantu saya, misalnya ketika dulu saya ingin membeli motor, saya bisa membeli motor tersebut dengan meminjam di CU” terangnya. Selain itu, berbagai bentuk bantuan kesehatan seperti solkesta dan produk perlindungan lainnya juga sangat bermanfaat bagi anggota. Hal tersebut juga yang menjadi faktor masyarakat mau bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo. “Dengan adanya bantuan kesehatan seperti solkesta membuat masyarakat merasakan manfaat ber-CU, hal itu yang kemudian membuat mereka mengajak keluarga dan sanak saudaranya untuk bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo” sambung Jon Simamora. Saat ini anggota yang ditangani oleh Jon Simamora berjumlah 280-an orang dan mencapai 400-an apabila ditambah dengan simpanan seperti Tabing dan TAS. Istri dan anaknya juga turut membantu menuliskan setoran yang diberikan oleh anggota. “Rumah saya terkadang sampai penuh saking ramainya anggota yang datang untuk menyetor, istri dan anak saya juga turut membantu saya menulis slip setoran anggota” tuturnya. Bagi Jon Simamora, pelayanan adalah hal yang paling utama. Selama masih dipercaya maka ia akan selalu siap untuk melayani anggota. “Selama saya masih dipercaya maka saya akan tetap melayani para anggota yang datang kepada saya, kuncinya adalah kita harus bisa dipercaya” tutupnya. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com