JELANG PROMOSI TAS DAN TODINGK Kekuatan 1000 Rupiah Waspada Penawaran Kredit Online yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo Jambu Kristal Yang Menjanjikan Aheng “Meski sempat pasang surut, namun semangat harus tetap membara”
 
Agustinus Suharmanto: “Dari CU saya banyak belajar”
Rabu, 29 Mei 2019 | 14:47

Agustinus Suharmanto, usia 37 tahun, berdomisili di Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi. Agustinus Suharmanto atau yang akrab disapa Manto ini merupakan keturunan Jawa. Perjalanan awal datang ke Kalimantan adalah ketika ia menikah dengan gadis asal Kalimantan, tepatnya Dusun Kilas, Desa Nanga Kalan. Dari pernikahan tersebut saat ini ia telah dikaruniai dua orang anak. Sebelum bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo, ia sudah memiliki usaha jualan keliling. Ia keliling kampung untuk berjualan es, kue, ikan, dan kerupuk. Barang-barang yang ia bawa tersebut tidak sepenuhnya juga ditukar dengan uang tetapi juga terkadang ditukar dengan beras. Beras yang diperoleh kemudian dijual lagi untuk membeli barang yang akan dijual. “Awal datang di Kalimantan saya harus berjualan keliling kampung untuk memenuhi kebutuhan, saya jualan es, kue, ikan asin yang terkadang juga ditukar dengan beras oleh para pembeli” tutur Manto. Pada tahun 2010, CU Lantang Tipo mengadakan pendidikan motivasi di Dusun Kilas. Manto yang saat itu belum mengenal CU kemudian merasa tertarik setelah mengikuti pendidikan motivasi. Manto kemudian bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo sejak tahun 2010. “Awalnya saya belum mengenal CU, kemudian karena ada pendidikan motivasi yang diadakan pada waktu itu saya merasa tertarik untuk bergabung” tutur Manto. “Setelah bergabung menjadi anggota akhirnya saya baru memahami apa itu CU dan manfaatnya juga dapat saya rasakan saat ini” lanjutnya. Menjadi anggota CU Lantang Tipo bagi Manto merupakan sesuatu yang baru dan membawa dampak baik bagi kehidupannya. Hal tersebut ia ungkapkan setelah ia merasa bahwa ia dapat mengelola keuangan rumah tangganya. “Menjadi anggota CU Lantang Tipo banyak manfaatnya, bukan hanya sekadar menabung dan meminjam melainkan saya diajarkan untuk mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik” terangnya. Setelah menjadi anggota ia dapat merencanakan keuangannya dengan lebih baik mulai dari merencanakan usaha hingga pendidikan anak. Manto juga mengakui jika bukan karena CU, mungkin uang yang didapat habis begitu saja tanpa membuat perencanaan selanjutnya. Di Desa Nanga Kalan, Manto berprofesi sebagai guru SD Negeri. Profesi sebagai guru bukan penghalang baginya memanfaatkan waktu luang untuk berkebun dan beternak. Sebelum berangkat ke Sekolah, ia sudah pergi ke kebun untuk menyadap karet. “Sebelum berangkat ke Sekolah, pagi-pagi saya pergi ke kebun untuk menyadap karet” terang Manto. Selain menyadap karet, ia juga menyempatkan diri untuk memberi makan ternak ayam, sapi, dan ikannya. Pekerjaan tersebut rutin ia lakukan. Ternak yang ia pelihara tersebut berada dalam area kebunnya yang lebih dari 2 Ha luasnya, sehingga pada sore hari ia dapat memberi pakan kepada ternak-ternaknya kemudian melanjutkan pekerjaannya untuk merawat bibit karet unggul yang ia buat bersama kelompok tani karetnya. Perlu diketahui bahwa Manto merupakan ketua kelompok tani karet unggul binaan CU Lantang Tipo di Dusun Kilas. Ketertarikan Manto pada tanaman karet berawal dari keinginannya untuk memiliki kebun karet sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Biaya untuk pembuatan kebun yang relatif lebih murah juga menjadi alasannya. Dari alasan tersebut ia kemudian mencoba untuk mengajukan pinjaman. “Awalnya saya meminjam sedikit, kemudian saya lunasi, setelah itu pinjam lagi dan lunasi lagi sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati dengan CU” tutur Manto. Pinjaman tersebut ia gunakan untuk membeli lahan untuk rencana pembuatan kebunnya. Lahan tersebut kemudian ia kelola untuk mencoba menanam karet. Hingga suatu ketika ia mendapat informasi bahwa CU Lantang Tipo memiliki bagian yang khusus mendampingi kelompok karet unggul. “Awalnya yang saya tanam adalah karet lokal, setelah saya bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo saya kemudian mendapat informasi bahwa di CU Lantang Tipo ada bidang yang khusus mendampingi kelompok tani karet unggul dan saya pun tertarik” ungkapnya. Tekad untuk menambah penghasilan dengan usaha kebun karet kemudian berbuah manis. Berkat ketekunan, semangat dan cara pengelolaan keuangan yang baik akhirnya membawa Manto menuju tujuan hidupnya. Manto berhasil memiliki lahan kebun karet, ternak, dan usaha dagangan di dusun Kilas. Manto bersyukur terhadap pencapaian yang ia miliki. Meskipun harus menunggu sampai 5 tahun setelah penanaman, Manto justru lebih bersemangat untuk mengembangkan kebun karetnya lebih banyak lagi. Alasannya adalah dengan bermodal 35 ribu rupiah untuk membeli mata pisau toreh, ia dapat menggunakannya selama beberapa tahun untuk menyadap karet. Hasilnya juga cukup untuk hidup dan memenuhi kewajiban ber-CU. Manto bersyukur telah menjadi anggota di CU Lantang Tipo karena melalui CU Lantang Tipo ia banyak belajar serta dapat memiliki dan mengembangkan usaha. Sebagai petani karet, ia juga memanfaatkan produk Taplas dalam menyiapkan modal mengembangkan usaha pertanian dan ternaknya. “Dengan Taplas saya merasa lebih mudah dalam mengembangkan pertanian saya karena bunga yang diberikan cukup terjangkau bagi kami petani” tutur Manto. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com