JELANG PROMOSI TAS DAN TODINGK Kekuatan 1000 Rupiah Waspada Penawaran Kredit Online yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo Jambu Kristal Yang Menjanjikan Aheng “Meski sempat pasang surut, namun semangat harus tetap membara”
 
Jambu Kristal Yang Menjanjikan
Senin, 24 Juni 2019 | 11:35

Jambu kristal merupakan jambu biji asal Taiwan yang kini cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Jambu kristal mempunyai bentuk bulat atau agak lonjong dengan dasar bergelombang, ada juga yang rata tergantung varietasnya. Warna kulitnya hijau muda terang berlapiskan lilin di kulitnya. Daging buahnya berwarna putih bersih dan jernih, sangat tebal, renyah dan menjadi sedikit lunak sejalan dengan kematangan buah. Bobot buah rata rata 300 g bahkan ada yang mencapai 800 g. Keunggulan yang paling istimewa adalah jumlah bijinya yang kurang dari 3 persen. Buah yang satu ini selain manis dan menyegarkan juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, misalnya kandungan vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, antitumor, antioksidan, dan antiperadangan, serta mampu mencegah penuaan dini. Pada umumnya tanaman jambu kristal akan berbuah setelah umur 2 tahun, namun dengan bibit hasil cangkokan bisa cepat berbuah saat umur 6 bulan. Buah jambu bisa dipanen saat jambu sudah berwarna putih kekuning-kuningan. Florianus Desveman (38) merupakan salah satu anggota CU Lantang Tipo juga memiliki ketertarikan pada tanaman jambu kristal tersebut. Flori berdomisili di Dusun Sanjan Beras, Tayan Hulu, Sanggau. Ketertarikannya pada tanaman jambu kristal bermula dari rasa penasarannya dengan tanaman tersebut sehingga ia ingin mencoba menanamnya. “Alasan saya menanam jambu kristal ini karena saya ingin memotivasi diri dan ingin mencoba hal yang baru” tutur Flori. Sebelumnya ia memperoleh informasi tentang tanaman jambu kristal tersebut dari teman-temannya. Untuk wilayah Kalbar sendiri petani jambu kristal masih sangat sedikit. Padahal menurut Flori, jambu kristal tersebut mempunyai hasil yang cukup menjanjikan. “Saya memilih untuk menanam jambu kristal karena jambu kristal memilki nilai ekonomi yang luar biasa” terangnya. Sekitar bulan Agustus 2017, Flori mulai menanam jambu kristal. Menggunakan lahan seluas 1,2 hektar yang dikelilingi oleh kebun sawitnya, Flori kemudian menanam jambu tersebut dengan jarak 3x3 meter. Saat itu Flori membeli sejumlah 500 bibit jambu kristal. Selang waktu enam bulan setelah penanaman, jambu kristal yang ia tanam pun mulai berbuah. “Untuk bibit hasil cangkok rata-rata sudah bisa berbuah pada usia 6 bulan setelah penanaman” tuturnya. Untuk menanam jambu kristal tersebut, Flori perlu menyiapkan biaya sekitar 16,5 juta rupiah dengan asumsi harga 500 bibit jambu kristal adalah 10 juta rupiah, lahan 5 juta rupiah, dan biaya pembersihan lahan sebesar 1,5 juta rupiah. Untuk 500 bibit tanaman jambu kristal ternyata masih menyisakan setengah dari lahan yang ada sehingga ia berniat untuk menambah tanaman jambu kristal tersebut pada sisa tanah yang kosong. Meskipun belum berbuah semua, namun dalam sekali panen buahnya dapat mencapai 200-300 kg. Dengan hasil panen sebanyak itu ternyata tanaman jambu kristal tersebut terasa masih belum mencukupi permintaan dari warga sekitar. “Untuk memenuhi permintaan warga sekitar saja masih belum cukup sehingga saya ingin memperbanyak tanaman jambu kristal lagi” tutur Flori. Langkah awal penanaman, Flori cukup memberikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Setelah itu pohon jambu kristal diberikan pupuk anorganik sebanyak dua kali dalam setahun. “Pada tahap awal saya memberikan pupuk kandang untuk pupuk dasarnya dan pupuk anorganik dua kali dalam setahun” terang Flori. Pada tahun pertama Flori memberikan dosis pupuk 30 gram/pohon dalam sekali pupuk dan pada tahun kedua ditambah menjadi 60 gram/pohon. Kegiatan budidaya tanaman tentu tidak terlepas dari beberapa kendala contohnya hama dan penyakit pada tanaman. Penyakit yang biasanya muncul pada tanaman jambu kristal adalah jamur. Jamur biasanya disebabkan oleh kelembapan yang tinggi dan sanitasi yang kurang baik. Jamur tersebut ditandai dengan ciri buah jambu memiliki bintik-bintik hitam pada kulit buah. Hal ini yang kemudian dapat menyebabkan buah busuk sebelum menjelang panen. Jika sudah terserang jamur, maka dahan jambu harus segera dipangkas agar jamur tidak berkembang. Sedangkan untuk hama biasanya muncul kutu putih yang mendominasi tanaman jambu kristal. Untuk mengendalikan hama tersebut maka Flori harus menyemprotkan racun pengendali hama pada tanaman jambu yang kemudian ia aplikasikan pada pagi dan sore hari. Solusi agar buah jambu kristal tetap utuh dan masak dengan baik saat panen adalah dengan melakukan pembungkusan pada saat buah jambu masih kecil. Flori menggunakan kertas pembungkus nasi dan kantong plastik bening untuk membungkus buah agar terhindar dari serangan hama. Proses pembungkusan juga tidak asal bungkus. Apabila terdapat dua atau tiga buah berdekatan, maka yang lainnya harus dibuang dan disisakan satu untuk dibungkus. Dalam satu pohon jambu, Flori dapat membungkus 20-30 buah jambu. Bunganya juga selalu berkelanjutan sehingga setiap minggu dapat dilakukan pembungkusan. Dengan perawatan yang memadai tersebut tentunya berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Dari hasil kebun yang ia peroleh setidaknya cukup untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota dan kebutuhan rumah tangga. Flori bersyukur telah menjadi anggota CU Lantang Tipo dan berharap CU Lantang Tipo akan selalu tumbuh dan berkembang sehingga dapat selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com