Waspada Penawaran Kredit Online yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo Jambu Kristal Yang Menjanjikan Aheng “Meski sempat pasang surut, namun semangat harus tetap membara” WISATA KE SINGAPURA DAN MALAYSIA BERSAMA ANGGOTA JONTI KEMBALI RAIH PENGHARGAAN KAMPUNG BERPRESTASI PADA RAT TB 2018
 
Waspada Penawaran Kredit Online yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo
Senin, 24 Juni 2019 | 11:40

Zaman sekarang sudah sangat canggih, tak hanya berbelanja saja yang bisa dilakukan secara online, tapi mengajukan pinjaman uang juga bisa dilakukan secara online tanpa harus datang ke bank atau ke Kantor CU. Peminjaman uang secara online ini dilakukan oleh lembaga keuangan online atau yang lebih dikenal dengan istilah Fintech (Financial Technology). Lembaga keuangan tersebut akan memberikan pinjaman dana dengan cara sederhana sehingga mudah dilakukan bagi para nasabah ataupun anggota. Namun dibalik kemudahan tersebut ternyata selalu ada oknum yang ingin memanfaatkan nama lembaga keuangan. Hal inilah yang kerap kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan modus penipuan pinjaman online. Sudah banyak kasus yang mengatasnamakan lembaga peminjaman uang yang kemudian membawa kabur dana milik nasabah atau anggota lembaga keuangan tertentu. Perihal produk yang ditawarkan, biasanya adalah pinjaman dana cepat cair dan pinjaman tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan nama KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena dinilai lebih memikat calon peminjam. Contohnya saja pada bulan April 2019, beredar laporan dari beberapa korban penipuan kredit online yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo. Untuk melaksanakan aksinya, pelaku menggunakan pesan Whatsapp dan SMS. Korban ditawari pinjaman dengan bunga 2% per tahun. Korban kemudian diminta untuk mentransfer uang sejumlah 350 ribu rupiah ke rekening Bank dengan iming-iming pinjaman akan dicairkan setelah mentransfer uang tersebut. Korban yang merasa percaya dengan iming-iming tersebut tanpa memastikan terlebih dahulu kebenarannya segera mentransferkan uang tersebut. Setelah uang tersebut berhasil ditransfer, pelaku pun tidak memberi respon apa-apa kepada korban. Korban yang merasa curiga terhadap penipuan tersebut akhirnya menghubungi CU Lantang Tipo melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram CU Lantang Tipo. Mendapat laporan tersebut pihak CU Lantang Tipo kemudian langsung mengambil tindakan untuk melaporkan kasus tersebut kepada Polda Kalbar. Saat ini tim Polda Kalbar sudah mengantongi nomor rekening bank serta nomor handphone milik pelaku yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Sebagai langkah antisipasi terhadap penipuan kredit online maka masyarakat atau anggota wajib mengenal ciri-ciri berikut ini: 1. Penawaran Cenderung Memaksa Ketika kita ingin mengajukan pinjam uang cepat secara online, pastinya kita akan menghubungi pihak pemberi pinjaman atau kreditur terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai produk yang di tawarkan. Pada saat kita bertanya-tanya inilah, kita harus mewaspadai tingkah laku kreditur. Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat kita mulai tertarik dan ingin tindak lanjut dari apa yang telah ditawarkan, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa kita untuk menjadi debitur atau peminjam. 2. Memakai email tidak resmi atau nomor handphone Pada saat ada tindak lanjut, kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur bodong. Mereka akan mengirim email tidak resmi. Bagaimana cara mengetahuinya? Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar karena mereka mewakili perusahaan, bukan alamat email pribadi. 3. Syarat Terlalu Mudah Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau lembaga non-bank resmi lainnya seperti CU Lantang Tipo adalah memiliki riwayat hutang yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan hutang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan mengecek riwayat hutang pada sistem dan pada buku rekening anggota/nasabah. Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memiliki niat untuk menipu. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat hutang milik anggota/nasabah. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan pinjaman online. 4. Meminta uang muka Ciri selanjutnya adalah mereka akan meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair. Alasannya adalah untuk bisa memudahkan proses administrasi. Perlu diketahui, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, tapi itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak seberapa. Jadi kalau ada yang meminta dana tanpa ada administrasi yang jelas, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan. Tentunya sebagai pihak yang ditawari pinjaman pasti bertanya-tanya, kenapa orang yang ingin meminjam uang justru dimintai uang? Kebanyakan orang yang mengajukan peminjaman uang cepat biasanya sedang dalam keadaan terdesak atau benar-benar butuh sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar dengan segera. Jadi mereka pasti akan rela untuk mengeluarkan uang terlebih dahulu sebagai biaya administrasi pencairan pinjaman untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar. 5. Meminta PIN, Password dan Nomor Rekening Patut dicurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password serta nomor rekening tabungan yang kita miliki dengan alasan untuk kelengkapan data debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat email. Pin atau password adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain. Dari kelima ciri tersebut harapannya masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman secara online baik yang mengatasnamakan CU Lantang Tipo maupun lembaga keuangan lain. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com