PERPADUAN ANTARA SIMPANAN DAN PINJAMAN UNTUK KESEJAHTERAAN ANGGOTA KC SEMITAU DAPAT DITEMPUH MELALUI JALUR SUNGAI DAN JALUR DARAT CU LANTANG TIPO ADAKAN PROMOSI SIMPANAN TAS DAN TODINGK DONATUS : MENJADI SUKARELAWAN YANG BERBAHAGIA Strategic Planning and Business Plan Tahun Buku 2020
 
LAPIUS : USAHA PENGGILINGAN PADI
Jumat, 27 September 2019 | 8:9

Penduduk di beberapa daerah di Kalimantan Barat masih melestarikan tradisi berladang dan bersawah. Hal itu juga yang terjadi dengan masyarakat di Dusun Ribang Rabing, Tanah Pinoh, Melawi. Pada suatu kesempatan Tiponews mengunjungi salah satu anggota CU Lantang Tipo yang merupakan salah satu petani padi. Lapius (45) sudah sejak lama menjadi petani padi. Saat Tiponews wawancarai, Lapius mengaku tidak hanya menjalani pekerjaan sebagai petani padi, tetapi juga ia menjadi penoreh karet bersama istrinya. Lapius bergabung menjadi anggota CU sejak tahun 2007, pada waktu itu keanggotaannya masih di KC Nanga Pinoh. Alasan Lapius untuk bergabung menjadi anggota di CU Lantang Tipo adalah karena pada waktu itu ia ingin belajar mengelola keuangan. “Kata orang bergabung di CU itu enak, ternyata memang benar” tuturnya. “Apabila kita perlu uang, maka kita dapat pinjam dengan CU” sambungnya. Selang beberapa tahun setelah bergabung menjadi anggota, pada tahun 2009 Lapius mengajukan kredit untuk membeli sepeda motor dan merenovasi rumahnya. Motor tersebut ia gunakan sebagai alat untuk memudahkan transportasi pergi ke kebunnya serta pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Lapius cukup pandai melihat peluang usaha yang ada. Ia melihat cukup banyak warga di dusunnya yang merupakan petani padi. Ia kemudian mempunyai keinginan untuk memiliki mesin penggiling padi yang mana selain ia gunakan sendiri, mesin tersebut juga dapat disewakan kepada warga setempat. Setelah kredit pertamanya lunas, ia kemudian mengajukan pinjaman lagi untuk mewujudkan peluang tersebut dengan membeli mesin penggiling padi. Ia bergotong royong bersama warga membangun rumah kecil berdinding papan berukuran lebih kurang 5 x 3 meter untuk menempatkan mesin penggiling padi. Rumah tempat penggilingan padi tersebut berada tidak jauh dari rumahnya sehingga memudahkannya dalam mengontrol mesin tersebut. Mesin penggilingan tersebut mendapat perhatian dari warga sehingga warga setempat cukup banyak yang menggiling padinya di tempat Lapius. Dalam satu hari, ia dapat menggiling 2-5 karung padi. Jika lagi musim panen, maka bisa lebih dari itu. “Dalam satu hari saya dapat menggiling 2-5 karung padi, paling sedikit 2 karung dalam sehari” terang Lapius. Lapius merasa bersyukur telah bergabung di CU Lantang Tipo sejak lama. Selama ini aset yang ia miliki sebagian besar menurutnya adalah berasal dari pinjamannya di CU Lantang Tipo. “Sebagian besar apa yang saya miliki saat ini adalah berasal dari CU” terangnya. Pada prinsipnya, Lapius meminjam untuk mendapatkan sesuatu yang dapat menghasilkan salah satunya adalah dengan mesin penggilingan padi. Dari hasil penggilingan padi tersebut ia gunakan untuk membantu menambah pendapatannya dalam membayar pinjaman di CU. “Alasan saya membuka usaha penggilingan padi adalah untuk memperoleh pendapatan sehingga dari pendapatan tersebut saya dapat membayar pinjaman di CU” tutur Lapius. Seiring dengan perkembangan usaha penggilingan padi, ia juga memiliki usaha dagang sembako. Beras yang diberikan oleh warga kepada Lapius sebagai jasa telah menggunakan mesin penggilingan padi kemudian ia jual kembali di warung sembakonya. Dalam satu bulan ia dapat memperoleh keuntungan bersih dari usaha penggilingan padi tidak kurang dari satu juta rupiah. Hasil tersebut tentu berbeda jika pada musim panen padi, maka akan lebih dari itu. Hasil tersebut yang kemudian ia gunakan untuk membayar pinjaman di CU. Jika modal usaha Lapius untuk membuka penggilingan padi adalah 13 juta rupiah, maka hasil yang diperolehnya tentu saja lebih dari cukup untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Usia mesin yang sudah cukup lama bukan alasan bagi Lapius untuk mengganti mesin penggiling padi. Selama ini Lapius belum pernah menemukan kendala pada mesin penggiling padi yang mengharuskan ia menggantinya dengan mesin yang baru. Lapius berkomitmen jika suatu saat mesin penggilingan padi tersebut rusak maka tetap akan ia perbaiki, bila perlu akan diganti baru selama ia masih mampu untuk bekerja. Alasannya adalah karena mesin penggiling padi tersebut cukup banyak membantunya untuk memenuhi kewajiban di CU. Setiap anggota CU Lantang Tipo tentu saja mempunyai usaha yang berbeda-beda dalam memperoleh pendapatannya. Semuanya tergantung dari sudut mana memandang peluang usaha yang ada. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com