PERTEMUAN DENGAN KELOMPOK TANI SAWIT DI SEDOWAI Jangan Meremehkan Pekerjaan SUPARDEN : DARI TKI DI MALAYSIA HINGGA PUNYA USAHA MOBIL ANGKUTAN LAPIUS : USAHA PENGGILINGAN PADI JELANG PROMOSI TAS DAN TODINGK
 
SUPARDEN : DARI TKI DI MALAYSIA HINGGA PUNYA USAHA MOBIL ANGKUTAN
Jumat, 27 September 2019 | 8:10

Sebelum berkeluarga dan bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo, Suparden (42) ternyata sempat menjadi TKI di Malaysia. Sebelum kembali ke Indonesia, ia berkeinginan untuk mempunyai pekerjaan di kampung halamannya. Selama beberapa tahun di negeri tetangga, ia pun kembali ke Indonesia dan berkeluarga. Suparden berdomisili di Desa Bata Luar, Melawi. Ia kemudian bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo pada Agustus 2011. Awal mengenal CU Lantang Tipo ketika istrinya meminta Suparden untuk bergabung menjadi anggota. Istri Suparden cukup aktif dalam kegiatan CU. Suparden yang awalnya masih ragu untuk bergabung kemudian mau mendengarkan penjelasan istri. Selain mendapat penjelasan istri, alasan Suparden mau bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo adalah ia ingin lebih bijak dalam mengelola keuangan. Ia juga ingin memotivasi diri untuk mengajak keluarganya bergabung menjadi anggota CU agar dapat merasakan manfaat menjadi anggota. Ia berpikir bahwa dalam waktu ke depannya ia pasti memerlukan dana untuk pendidikan anak dan membuka usaha, hal itu juga yang menjadi alasan utama Suparden mau bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo. “Tentu saja ke depannya saya pasti memerlukan uang untuk pendidikan anak dan uang untuk modal usaha, hal tersebut yang mendorong saya untuk bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo” tuturnya kepada Tiponews. Saat ini Suparden juga telah menyiapkan tabungan untuk 3 orang anaknya. Setelah bergabung menjadi anggota CU Lantang Tipo, ia merasakan bahwa CU adalah pilihan yang tepat baginya karena dengan ber-CU, ia lebih baik dalam mengelola keuangan. “Saya bersyukur telah menjadi anggota CU, jika dahulu saya mendapatkan uang hanya habis begitu saja, namun sekarang lebih terkontrol karena dapat saya sisihkan untuk membayar kredit juga ditabung untuk persiapan ke depan” tutur Suparden. Suparden masih ingat betul CU Lantang Tipo membantunya ketika pertama kali meminjam. Pinjaman tersebut ia gunakan untuk membayar mobilnya sehingga ia dapat melanjutkan usaha mobil angkutannya. Selain mengangkut buah sawit, ia juga terkadang mengangkut bahan material seperti pasir, batu, dan semen menggunakan mobil dump truck miliknya. Hasil dari angkutan tersebut cukup baginya untuk membayar angsuran kredit, menabung, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Dari hasil angkutan tersebut yang kemudian saya putar untuk membayar angsuran, menabung, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga” tuturnya. Suparden menekuni usaha mobil angkutan ini pada tahun 2013. Untuk operasionalnya, ia mendapat bantuan dari orang lain ketika ia tidak punya waktu, namun lebih seringnya ia jalankan sendiri. “Biasanya kalau saya tidak sempat, saya minta bantuan dengan orang lain untuk membawa mobil” tuturnya. “Namun kalau saya sempat maka pasti saya yang menjalankannya” sambung Suparden. Selama menjalankan usaha seperti mobil angkutan, tentunya tidak terlepas dari kendala, misalnya ketika musim hujan maka jalan akan becek. Hal itu yang kemudian menyebabkan pendapatan pun menurun dikarenakan mobil angkutan sulit untuk beroperasi seperti biasa. Meskipun begitu, ia tetap semangat dalam menjalankan usahanya. Suparden menyadari di Dusunnya masih ada masyarakat yang belum bergabung menjadi anggota CU dan ia sering juga menyarankan kepada mereka, jika ada uang untuk bergabung menjadi anggota maka, segeralah menjadi anggota CU. “Saya sering menyarankan kepada warga yang belum bergabung menjadi anggota untuk segera menjadi anggota karena CU tentu akan membantu kita dalam pengelolaan keuangan dan memenuhi kebutuhan kita misalnya dari pemberian kredit” tutur Suparden. Ia juga berharap kepada CU agar tetap selalu mendukung anggotanya dalam bentuk pemberian pinjaman kepada anggota. “Saya juga berharap kepada CU agar selalu memberi dukungan misalnya dalam memberikan pinjaman kepada anggota sehingga anggota tidak terbebani dalam pembayaran dan usaha anggota dapat berkelanjutan” tutup Suparden kepada Tiponews. Seperti yang diketahui bersama bahwa CU hadir dan berkembang karena anggota. Oleh sebab itu untuk menjaga agar CU dapat selalu ada maka anggota juga harus saling mengingatkan kepada anggota yang lain untuk selalu ingat dengan kewajibannya sebagai anggota CU. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com