Martinus Agus “Terima kasih CU Lantang Tipo telah mempercayai saya” Leonardus “Malaksanakan kebaikan yang CU berikan” Download m-Tipo melalui Playstore APRESIASI UNTUK ANGGOTA LOYAL JELANG RAT CU LANTANG TIPO TB 2019
 
MARIANUS SOFIAN, BERMULA DARI DAGANG KELILING HINGGA MEMILIKI TERNAK AYAM BROILER
Selasa, 31 Desember 2019 | 9:5

Sofian, begitu ia akrab disapa oleh orang-orang. Sofian merupakan anggota CU Lantang Tipo KC Kembayan. Siapa sangka ayah berusia 47 tahun ini telah memiliki usaha ternak ayam pedaging (broiler). Ia merintis usaha ternak tersebut pada tahun 2008. Ternak tersebut adalah miliknya secara pribadi. Sebelumnya, ia berjualan keliling di sekitar Kecamatan Jangkang dan Bonti. Tak heran jika warga di tempatnya berjualan dahulu juga cukup mengenal baik beliau. Sikapnya yang sederhana membuat orang merasa tidak berjarak dengan beliau meskipun baru mengenalnya. Tutur katanya yang sederhana menjadi ciri khas sehingga orang menjadi lebih dekat kepadanya. Mungkin karena beliau sudah membiasakan diri untuk berbaur dengan para konsumen pada waktu berjualan keliling dahulu. Ketika awal merintis usaha ternak ayam tersebut, beliau memulainya dengan jumlah 200 ekor ayam. Seiring perkembangannya, usaha yang dijalankan pun cukup lancar sehingga beliau menambah jumlah bibitnya menjadi 400 ekor, kemudian 600, hingga 2000 ekor bibit ayam. “Awalnya saya memulainya dengan jumlah 200 ekor ayam karena masih baru belajar, kemudian 400, dan saya membeli 2000 ekor bibit ayam” tutur Sofian kepada Tiponews. Dalam membeli bibit biasanya Sofian melihat momen, misalnya menjelang hari raya. Ketika menjelang hari raya seperti Natal, Lebaran, atau Gawai, maka ia akan membeli bibit dengan jumlah yang cukup banyak. Bibit ayam yang masuk ke kandang idealnya adalah 30 hari sebelum masa panen. Harga bibit juga bervariasi sesuai dengan jenis dan ukuran. Biasanya harga bibit dalam rentang 600 ribu sampai 1,2 juta rupiah per kotak yang berisi 100 ekor bibit ayam. Jumlah pakan yang diperlukan oleh Sofian untuk 100 ekor ayam hingga panen adalah 5-7 karung. Satu karung pakan beratnya 50 Kg. Pakan tersebut selalu rutin diberikan setip hari bersama dengan air. Dalam mempersiapkan kandang ayam, peternak ayam harus memperhatikan beberapa hal yaitu air, sekam, lampu, dan pemanas kandang. Air mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ayam. Sekam berfungsi sebagai alas kandang ayam sehingga dapat menjaga kelembapan kandang dan membantu menyerap kotoran ayam. Lampu berfungsi untuk menerangi kandang agar ayam tetap dapat beraktivitas. Anak ayam yang masih kecil sangat rentan terhadap perubahan suhu. Suhu yang dingin menjadi ancaman bagi perkembangan ayam. Oleh sebab itu, diperlukan alat pemanas untuk tetap menjaga suhu kandang agar tetap hangat. Jika sudah memasuki usia lebih dari 1 minggu maka pemanas tidak diaktifkan lagi karena biasanya ayam sudah cukup besar dan lebih kuat pada usia tersebut. Saat ini Sofian telah memiliki dua kandang ayam yang seluruhnya dapat menampung hingga 4000 ekor ayam. Satu kandang berukuran 4 x 44 meter dan dapat menampung hingga 2000 ekor ayam. Ayam yang ia pelihara adalah jenis ayam pedaging sehingga masa panennya juga lebih cepat. “Usia panen ayam pedaging bisa lebih cepat, dalam usia 28 hari saja sudah bisa di panen” terang Sofian. “Untuk usia sebulan biasanya sudah mencapai berat 1,6 sampai 1,8 Kg/ekor” sambungnya. Selain karena usia panen yang cepat, risiko dalam usaha ternak ayam tergolong lebih minim dibandingkan dengan berjualan keliling. Hal itu yang menjadi alasan Sofian beralih menjadi peternak ayam. “Ternak ayam ini menurut saya lebih minim risiko, yang paling penting adalah menjaga dan merawat kandang agar ayam tetap aman dan nyaman di kandang” jelasnya kepada Tiponews. Menurut Sofian proses pemasarannya juga tidak sulit. Ketika ayam sudah siap untuk dipanen, ia cukup menghubungi para pelanggan. Selain untuk konsumsi pribadi, ayam yang dibeli tersebut biasanya para pembeli jual kembali ke pasaran. “Untuk harga biasanya bervariasi sesuai dengan jumlah yang dibeli, jika dengan jumlah yang dibeli cukup banyak maka harganya bisa cenderung lebih murah” tutur Sofian. Dari hasil penjualan ayam ia dapat memperoleh keuntungan bersih hingga jutaan rupiah. Menurut Sofian, ayam pedaging (Broiler) adalah pilihan yang tepat untuk ia pelihara karena kebanyakan warga sekitar lebih banyak mencari ayam daging dibandingkan dengan telur. “Saya lebih memilih untuk memelihara ayam pedaging ini karena mayoritas warga sekitar masih cukup banyak yang membutuhkan ayam daging” tutur Sofian. Sofian bersyukur telah menjadi anggota CU Lantang Tipo karena melalui CU Lantang Tipo ia dapat mengembangkan usaha ternak ayamnya. “Saat saya perlu modal untuk membeli bibit dan pakan ayam, saya meminjam di CU Lantang Tipo” tuturnya. “Sejak saya bergabung menjadi anggota CU dan bisa meminjam, saya merasa bahwa CU memang harus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang mau berusaha” tutupnya kepada Tiponews. (Kr)

Copyright 2011 By Culantangtipo.com. All Rights Reserved.
Contact Us : info@culantangtipo.com